Suku di Indonesia Lengkap

Posted on

Pengertian suku bangsa adalah golongan atau kategori manusia memiliki kesamaan leluhur, sejarah, bahasa, budaya dan berdasarkan garis keturunan yang sama, itulah mengapa suku bangsa Indonesia lengkap ini sangat terkenal..

Suku di Indonesia disebut juga etnik atau etnis, Indonesia memiliki kurang lebih 1000-an suku yang tersebar di nusantara.

Masing-masing suku ini memiliki keunikan dan budaya bermacam-macam, yang berkontribusi pada kekayaan budaya Indonesia. Sejarah Indonesia

Menurut Von Heine Geldern seorang sejarawan dari Belanda bahwa leluhur orang Indonesia berasal dari Asia Tengah.

Pada zaman Neolitikum telah terjadi migrasi dari Yunano (China Selatan) ke bumi Nusantara.

Migrasi ini kemungkinan disebabkan oleh terjadinya bencana alam besar atau perang antar suku.

Kepulauan Asia Selatan disebut juga Austronesia (austro=”selatan” dan nesos=”kepulauan”).

Wilayah austronesia terdiri dari pulau-pulau di Madagaskar, Pulau Paskah (bagian timur), Taiwan (bagian utara) hingga Selandia Baru (bagian selatan).

Penemuan benda kuno seperti kapak persegi yang ditemukan di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi).

Kapak persegi atau beliung berguna sebagai bercocok tanam atau membantu kehidupan mereka pada zaman Neolitikum alat kuno di wilayah Asia lainnya seperti Myanmar, Vietnam, Malaysia, dan Kamboja, terutama di sekitar Yunani.

Pendapat Geldern didasarkan pada penemuan alat antient dari orang-orang prasejarah dalam bentuk beliung batu persegi di sisi barat Indonesia (termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi).

Beliung ini persis sama seperti alat kuno di wilayah Asia lainnya seperti Myanmar, Vietnam, Malaysia, dan Kamboja, terutama di sekitar Yunani.

Leluhur Indonesia adalah pelaut ulung, menyeberangi lautan dengan perahu-perahu kecil untuk migrasi ke Nusantara.

Suku Bangsa Adalah ?

Kelompok etnik, etnis atau suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama.

Identitas suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut seperti kesamaan budaya, bahasa, agama, perilaku, dan ciri-ciri biologis.

Golongan ras di Indonesia dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu Proto-Melayu, Deutro-Melayu, Melanesoid dan Weddoid.

Macam-macam suku yang tersebar di Indonesia antara lain

Jawa
  1. Suku Jawa
  2. Suku Sunda
  3. Suku Betawi
  4. Suku Banten
  5. Suku Cirebon
  6. Suku Osing/Using
  7. Suku Bawean
  8. Suku Tengger
  9. Suku Samin
Madura
  1. Suku Madura
Sumatera
  1. Suku Melayu
  2. Suku Batak
  3. Suku Batak Angkola
  4. Suku Batak Karo
  5. Suku Batak Mandailing
  6. Suku Batak Pakpak
  7. Suku Batak Simalungun
  8. Suku Batak Toba
  9. Suku Minangkabau
  10. Suku Aceh
  11. Suku Lampung
  12. Suku Palembang
  13. Suku Ogan
  14. Suku Nias
  15. Suku Musi
  16. Suku Rejang
  17. Suku Komering
  18. Suku Bangka
  19. Suku Kerinci
  20. Suku Belitung
  21. Suku Rawas
  22. Suku Enim
  23. Suku Lembak
  24. Suku Rambang
  25. Suku Daya
  26. Suku Mentawai
  27. Suku Simeulue
  28. Suku Aneuk Jamee
  29. Suku Alas
  30. Suku Devayan
  31. Suku Gayo
  32. Suku Haloban
  33. Suku Kluet
  34. Suku Lekon
  35. Suku Sigulai
  36. Suku Singkil
  37. Suku Tamiang
  38. Suku Bonai
  39. Suku Laut (orang sampan)
  40. Suku Barok
  41. Suku Mantang
  42. Suku Nanga
  43. Suku Posik
  44. Suku Sebarok
  45. Suku Sengkanak
  46. Suku Tambus
  47. Suku Teluk Nipah
  48. Suku Ameng Sewang
  49. Suku Anak Dalam
  50. Suku Kikim
  51. Suku Lahat
  52. Suku Lematang
  53. Suku Lintang
  54. Suku Kisam
  55. Suku Pasemah
  56. Suku Padamaran
  57. Suku Rambang Senuling
  58. Suku Lom
  59. Suku Mapur
  60. Suku Meranjat
  61. Suku Ranau
  62. Suku Rawas
  63. Suku Saling
  64. Suku Sekak
  65. Suku Semendo
  66. Suku Pegagan
  67. Suku Penesak
  68. Suku Pemulutan
  69. Suku Kedurang Padang Guci
  70. Suku Rejang
  71. Suku Enggano
  72. Suku Kaur
  73. Suku Serawai
  74. Suku Lembak
  75. Suku Mulo-muko
  76. Suku Suban
  77. Suku Pekal
  78. Suku Batin
  79. Suku Pindah
  80. Suku Sungkai
  81. Suku Way Kanan
  82. Suku Abung
  83. Suku Tulang Bawang
  84. Suku Belalau
  85. Suku Krui
  86. Suku Ranau
  87. Suku Pubian
  88. Suku Melinting
  89. Suku Semaka
  90. Suku Smuong
  91. Suku Darah Putih/Way Handak
  92. Suku Way Lima
  93. Suku Pemingir Teluk
  94. Suku Cikoneng
  95. Suku Merpas
Sulawesi
  1. Suku Bantik
  2. Suku Bolaang Uki
  3. Suku Borgo
  4. Suku Gorontalo
  5. Suku Kaidipang
  6. Suku Minahasa
  7. Suku Mongondow
  8. Suku Polahi
  9. Suku Ponosakan
  10. Suku Ratahan
  11. Suku Sangir
  12. Suku Talaud
  13. Suku Tombulu
  14. Suku Tonsawang
  15. Suku Tonsea
  16. Suku Tonteboran
  17. Suku Toulour
  18. Suku Bugis
  19. Suku Bada
  20. Suku Pamona
  21. Suku Bajau
  22. Suku Balaesang
  23. Suku Balantak
  24. Suku Banggai
  25. Suku Bungku
  26. Suku Buol
  27. Suku Dampelas
  28. Suku Dondo
  29. Suku Kahumamahon
  30. Suku Kaili
  31. Suku Muna
  32. Suku Tomia
  33. Suku Wakatobi
  34. Suku Wawonii
  35. Suku Kulawi
  36. Suku Saluan
  37. Suku Buton
  38. Suku Tojo Una-una
  39. Suku Tolaki
  40. Suku Moronene
  41. Suku Labeau
  42. Suku Tomboki
  43. Suku Wuna
  44. Suku Wolio
  45. Suku Mekongga
  46. Suku Wakatobi
  47. Suku Wangi-wangi
  48. Suku Kaledupa
  49. Suku Tomia
  50. Suku Binongko
  51. Suku Pattae
  52. Suku Mandar
  53. Suku Dakko
  54. Suku Pannei
  55. Suku Pattinjo
  56. Suku Bentong Duri
  57. Suku Luwu
  58. Suku Makassar
  59. Suku Massenrempulu
  60. Suku Duri
  61. Suku Daya Selayar
  62. Suku Toala
  63. Suku Toraja
  64. Suku Oro
  65. Suku Bajo
Kalimantan
  1. Suku Banjar
  2. Suku Banjar Kuala
  3. Suku Banjar Pahuluan
  4. Suku Banjar Batang Banyu
  5. Suku Dayak
  6. Suku Dayak Abal
  7. Suku Dayak Bakumpai
  8. Suku Dayak Berangas
  9. Suku Dayak Meratus
  10. Suku Dayak Dusun Deyah
  11. Suku Dayak Bentian
  12. Suku Dayak Bawo
  13. Suku Dayak Lawangan
  14. Suku Dayak Maanyan
  15. Suku Dayak Ngaju (Sampit)
  16. Suku Dayak Ot Danum
  17. Suku Dayak Siang Murung
  18. Suku Dayak Taboyan
  19. Suku Bugis
  20. Suku Bugis Pagatan
  21. Suku Kutai
  22. Suku Berau
  23. Suku Auheng
  24. Suku Huang Tering
  25. Suku Oheng
  26. Suku Abai
  27. Suku Jalan
  28. Suku Touk
  29. Suku Baka
  30. Suku Kayan
  31. Suku Tukung
  32. Suku Bakung
  33. Suku Kenyah
  34. Suku Basap
  35. Suku Merap
  36. Suku Benuaq
  37. Suku Punan
  38. Suku Seputan
  39. Suku Bem
  40. Suku Tahol
  41. Suku Paser
  42. Suku Tingalan
  43. Suku Tidung
  44. Suku Timai
  45. Suku Penihing
  46. Suku Tunjung
  47. Suku Saq
  48. Suku Kulit
  49. Suku Berusu
  50. Suku Bulungan
  51. Suku Long Gelat
  52. Suku Busang
  53. Suku Long Paka
  54. Suku Modang
Maluku
  1. Suku Alune
  2. Suku Ambon
  3. Suku Aru
  4. Suku Babar
  5. Suku Bacan
  6. Suku Banda
  7. Suku Bulli
  8. Suku Buru
  9. Suku Fordata
  10. Suku Galela
  11. Suku Gane
  12. Suku Gebe
  13. Suku Halmahera
  14. Suku Haruku
  15. Suku Jailolo
  16. Suku Kei
  17. Suku Kisar
  18. Suku Laloda
  19. Suku Leti
  20. Suku Lumoli
  21. Suku Maba
  22. Suku Makian
  23. Suku Mare
  24. Suku Memale
  25. Suku Moam
  26. Suku Modole
  27. Suku Morotai
  28. Suku Nuaulu
  29. Suku Pagu
  30. Suku Patani
  31. Suku Pelauw
  32. Suku Rana
  33. Suku Sahu
  34. Suku Sawai
  35. Suku Seram
  36. Suku Taliabo
  37. Suku Tanimbar
  38. Suku Ternate
  39. Suku Tidore
  40. Suku Tobaru
  41. Suku Tobelo
  42. Suku Togutul
  43. Suku Wemale
  44. Suku Wai Apu
  45. Suku Wai Loa
  46. Suku Weda
Bali
  1. Suku Bali
  2. Suku Bali Aga (Trunyan)
  3. Suku Loloan
  4. Suku Nyama Selam
Nusa Tenggara Barat
  1. Suku Bayan
  2. Suku Dompu
  3. Suku Donggo
  4. Suku Kore
  5. Suku Nata
  6. Suku Mbojo
  7. Suku Sasak
  8. Suku Sumbawa
Nusa Tenggara Timur
  1. Suku Abui
  2. Suku Alor
  3. Suku Anas
  4. Suku Atanfui
  5. Suku Atoni
  6. Suku Babui
  7. Suku Bajawa
  8. Suku Bakifan
  9. Suku Blaga
  10. Suku Boti
  11. Suku Bunak
  12. Suku Deing
  13. Suku Ende
  14. Suku Faun
  15. Suku Flores
  16. Suku Hanifeto
  17. Suku Helong
  18. Suku Kabola
  19. Suku Karera
  20. Suku Kawel
  21. Suku Kedang
  22. Suku Kemak
  23. Suku Kemang
  24. Suku Kolana
  25. Suku Kramang
  26. Suku Krowe Muhang
  27. Suku Kui
  28. Suku Labala
  29. Suku Lamaholot
  30. Suku Lemma
  31. Suku Lio
  32. Suku Manggarai
  33. Suku Maung
  34. Suku Mela
  35. Suku Modo
  36. Suku Muhang
  37. Suku Nagekeo
  38. Suku Ngada
  39. Suku Noenleni
  40. Suku Riung
  41. Suku Rongga
  42. Suku Rote
  43. Suku Sabu
  44. Suku Sika
  45. Suku Sumba
  46. Suku Tetun
  47. Suku Marae
Papua
  1. Suku Aero
  2. Suku Airo Sumaghaghe
  3. Suku Airoran
  4. Suku Ambai
  5. Suku Amberboken
  6. Suku Amungme
  7. Suku Dera
  8. Suku Edopi
  9. Suku Eipomek
  10. Suku Ekagi
  11. Suku Ekari
  12. Suku Emumu
  13. Suku Eritai
  14. Suku Fayu
  15. Suku Foua
  16. Suku Gebe
  17. Suku Gresi
  18. Suku Hattam
  19. Suku Humboltd
  20. Suku Hupla
  21. Suku Inanusatan
  22. Suku Irarutu
  23. Suku Isirawa
  24. Suku Iwur
  25. Suku Jaban
  26. Suku Jair
  27. Suku Kabari
  28. Suku Kaeti
  29. Suku Pisa
  30. Suku Sailolof
  31. Suku Samarokena
  32. Suku Sapran
  33. Suku Sawung
  34. Suku Wanggom
  35. Suku Wano
  36. Suku Waris
  37. Suku Watopen
  38. Suku Arfak
  39. Suku Asmat
  40. Suku Baudi
  41. Suku Berik
  42. Suku Bgu
  43. Suku Biak
  44. Suku Borto
  45. Suku Buruai
  46. Suku Kais
  47. Suku Kalabra
  48. Suku Kimberau
  49. Suku Komoro
  50. Suku Kapauku
  51. Suku Kiron
  52. Suku Kasuweri
  53. Suku Kaygir
  54. Suku Kembrano
  55. Suku Kemtuk
  56. Suku Ketengban
  57. Suku Kimaghama
  58. Suku Kimyal
  59. Suku Kokida
  60. Suku Kombai
  61. Suku Korowai
  62. Suku Kupul
  63. Suku Kurudu
  64. Suku Kwerba
  65. Suku Kwesten
  66. Suku Lani
  67. Suku Maden
  68. Suku Sawuy
  69. Suku Sentani
  70. Suku Silimo
  71. Suku Tabati
  72. Suku Tehid
  73. Suku Wodani
  74. Suku Ayfat
  75. Suku Yahrai
  76. Suku Yaly
  77. Suku Auyu
  78. Suku Citak
  79. Suku Damal
  80. Suku Dem
  81. Suku Dhani
  82. Suku Demisa
  83. Suku Demtam
  84. Suku Mairasi
  85. Suku Mandobo
  86. Suku Maniwa
  87. Suku Mansim
  88. Suku Manyuke
  89. Suku Mariud Anim
  90. Suku Meiyakh
  91. Suku Meybrat
  92. Suku Mimika
  93. Suku Moire
  94. Suku Mombum
  95. Suku Moni
  96. Suku Mooi
  97. Suku Mosena
  98. Suku Murop
  99. Suku Muyu
  100. Suku Nduga
  101. Suku Ngalik
  102. Suku Ngalum
  103. Suku Nimboran
  104. Suku Palamui
  105. Suku Palata
  106. Suku Timorini
  107. Suku Uruway
  108. Suku Waipam
  109. Suku Waipu
  110. Suku Wamesa
  111. Suku Yapen
  112. Suku Yagay
  113. Suku Yey
  114. Suku Anu
  115. Suku Baso

Berikut Uraian Singkat Beberapa Suku Bangsa di Indonesia

Banyak ragam suku di Indonesia maka kami sidikul.Com mencoba memberikan sedikitnya suka bangsa yang ada di Indonesia dengan lengkap.

Suku Aceh

Suku Aceh adalah salah satu suku tertua di Indonesia, mayoritas beragama Islam.

Bahasa suku aceh berasal dari bahasa Melayu-Polinesia barat yang masih dalam keluarga yang sama dengan bahasa Champa yang digunakan di Vietnam dan Kamboja.

Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) adalah bagian sisi paling barat Indonesia.

Pada abad pertengahan aceh merupakan salah satu pelabuhan terpenting di sekitar Selat Melayu, banyak orang asing untuk berdagang yang tinggal dan menetap di pelabuhan, misalnya orang Arab, Cina, Thailand, Champas, dan Melayu.

Kemudian, beberapa pedagang ini memilih untuk menikahi wanita lokal dan tinggal di sekitar garis pantai menjadi cikal bakal leluhur aceh sendiri.

Suku Minangkabau

Suku Minangkabau disebut juga dengan “Minang” meliputi Sumatra Barat, separuh daratan Riau, bagian barat Jambi, bagian utara Bengkulu, barat daya Aceh, pantai barat Sumatra Utara.

Suku Minangkabau sebagian besar memeluk agama Islam, dan Islam merupakan dasar adaptasi budaya, misalnya tarian Randai. Bahasa minangkabau memiliki kemiripan dengan bahasa Melayu.

Namun, suku minang biasanya akan menyebut kelompoknya dengan sebutan urang awak.

Suku Minangkabau sangat menonjol di bidang perdagangan, sebagai profesional, dan intelektual. Hal ini berasal dari tradisi lama Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang menyukai perniagaan.

Suku Batak

Suku Batak berasal dari Sumatera Utara yang terdiri dari sub-suku meliputi Batak Karo, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.

Batak mempunyai contoh kesenian dan kebudayaan seperti tari Serampang Dua Belas, tari Tor-tor, musik akustik Batak, dan rumah tradisional-nya.

Selain itu, suku batak mempunyai kain tradisional yaitu Ulos. Harga kain ulos dapat menjadi sangat mahal, tergantung pada bahan dan benang emas yang ditenun di kain.

Ulos digunakan dalam semua upacara tradisional, seperti pernikahan, membangun rumah baru, penyerahan warisan, menyambut tamu, pemakaman dan pesta tahunan.

Suku Betawi

Suku Betawi (Orang Betawi dalam bahasa Indonesia, yang artinya “orang Batavia”), adalah kelompok etnis Austronesia asli kota Jakarta yang sering digambarkan sebagai penduduk asli kota.

Mereka adalah keturunan orang-orang yang mendiami Batavia (nama kolonial Jakarta) sejak abad ke-17 dan seterusnya.

Bahasa Betawi juga dikenal sebagai Bahasa Melayu Betawi, adalah bahasa kreol berbasis bahasa Melayu.

Itu adalah satu-satunya bahasa berbasis Melayu yang digunakan di pantai utara Jawa. Saat ini bahasa Betawi adalah bahasa informal yang populer di Indonesia dan digunakan sebagai basis bahasa gaul Indonesia.

Bahasa ini telah menjadi salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di Indonesia, dan juga salah satu bahasa lokal paling aktif di negara ini.

Kebudayaan atau kesenian betawi yaitu Gambang kromong dan Tanjidor, serta musik Keroncong Kemayoran. Contoh dari lagu tradisional Betawi yaitu Si Jali-jali.

Suku Baduy

Baduy (atau Badui) berasal dari Banten yang tinggal di bagian tenggara provinsi Banten, Indonesia, dekat Rangkasbitung.

Mereka dianggap sebagai orang yang tertutup dalam aspek modernisasi dan kelompok yang hampir sepenuhnya terisolasi dari dunia luar.

Suku Baduy disebut juga Urang Kanekes atau Orang Kanekes termasuk dalam satu kelompok etnis Sunda. Sifat rasial, fisik, dan bahasa mereka sangat mirip dengan orang Sunda lainnya.

Suku Baduy dibagi menjadi dua sub-suku antara lain;

  • Baduy Dalam
  • Baduy Luar

Namun yang membedakan terletak pada cara hidup mereka.

Suku Baduy menentang pengaruh asing dan dengan penuh semangat mempertahankan cara hidup kuno mereka, sementara orang Sunda modern lebih terbuka terhadap pengaruh asing dan mayoritas adalah Muslim.

Suku Sunda

Suku sunda merupakan kelompok etnis Austronesia asli dari provinsi Jawa Barat, yang terletak di bagian barat pulau Jawa di Indonesia.

Penamaan suku Sunda berasal dari bahasa Sansekerta yang bermakna terang, terang, murni, bersih, dan putih.

Budaya Sunda seperti alat musik tradisional yaitu Angklung yang sekarang diajarkan di sebagian besar sekolah dasar di Bandung, ibukota Jawa Barat.

Di sisi lain, suku ini memiliki makanan khas seperti pepes (ikan kukus, ayam atau tahu yang dibungkus daun pisang), lalab (sayuran mentah), karedok dan oncom.

Suku Madura

Suku Madura merupakan kelompok etnis yang berasal dari pulau Madura yang terletak berdampingan atau di timur laut provinsi Jawa Timur.

Salah satu budaya Suku Madura yang terkenal adalah Karapan Sapi dengan perlombaan banteng tradisional yang diadakan selama musim kemarau setiap tahun, Kerapan Sapi di Sumenep, Mamaca, Tan-pangantanan, Ojhung, Topeng dhalang, Topen getthak dan Bajang Kole.

Suku Dayak

Suku Dayak atau Dayuh adalah penduduk asli di Pulau Kalimantan. Etnis ini tinggal di sungai dan tinggal di bukit, yang terutama terletak di pedalaman Kalimantan bagian tengah dan selatan, mereka memiliki bahasa, adat, hukum, wilayah dan budaya mereka sendiri, meskipun ciri-ciri pembeda umum dapat dengan mudah dikenali

Orang Dayak adalah penganut animisme; Namun, banyak yang masuk Islam dan sejak abad ke-19.

Mereka memiliki banyak budaya ekstrem, yang membuat mereka dihormati di seluruh Indonesia dan negara lain. Budaya ekstrem yang paling terkenal dari Suku Dayak adalah tato.

Suku Bugis

Suku Bugis adalah sebuah kelompok etnis yang paling banyak dari tiga kelompok bahasa dan etnis utama di Sulawesi Selatan, di provinsi Sulawesi barat daya, pulau terbesar ketiga di Indonesia. Nenek moyang Austronesia dari orang Bugis menetap di Sulawesi sekitar 2500 SM.

Ada “bukti linguistik historis dari beberapa imigrasi pada akhir Holosen ke Sulawesi Selatan dari Yunnan” yang berarti bahwa orang Bugis memiliki keturunan utama di Cina Selatan.

Suku Bugis tahun 1605 masuk Islam dari Animisme. Beberapa orang Bugis mempertahankan kepercayaan pra-Islam mereka yang disebut Tolotang, dan beberapa orang Bugis beralih ke agama Kristen melalui pernikahan, tetapi mereka tetap menjadi minoritas.

Suku Akit

Suku Akit adalah salah satu suku tertua di Indonesia. Suku tersebut berasal dari Provinsi Riau.

Ada banyak suku lain di provinsi Riau, seperti Suku Talang Mamak, Suku Melayu, Suku Laut, Suku Bunoi, dan Suku Sakai; tetapi Suku Akit adalah yang tertua di Riau, suku itu sudah ada jauh sebelum suku-suku lain datang dan menetap di Riau.

Apalagi sampai sekarang, Suku Akit masih memiliki gaya hidup sederhana. Mereka mencari makan dan mengumpulkan makanan di hutan, seperti leluhur prasejarah mereka.

Suku Sakai

Suku Sakai juga berasal dari Riau, tetapi mereka tinggal di pedalaman.

Data dan peta sosial Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar orang Sakai tinggal di daerah pedalaman dan jauh dari modernisasi. Mereka juga kekurangan akses pendidikan.

Meskipun mereka tinggal di daerah terpencil, orang Sakai selalu melestarikan budaya mereka.

Kita bisa melihat itu melalui rumah-rumah tradisional yang unik dari orang-orang Sakai. Mereka tidak pernah ingin tinggal di rumah tipe lain, bahkan yang modern.

Sekarang, sebuah daerah di Riau yang penuh dengan rumah-rumah tradisional Sakai dijadikan tempat wisata.

Suku Kerinci

Suku Kerinci adalah kelompok etnis tinggal di Provinsi Jambi. Ketika kita mendengar tentang Kerinci, kita biasanya berpikir tentang gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara, bukan suku. Sejak ribuan tahun yang lalu, ada suku yang tinggal di dataran tinggi Bukit Barisan, di sekitar Gunung Kerinci. Karena itu, suku ini bernama Suku Kerinci. Mereka memiliki bahasa daerah sendiri, tetapi masih dalam keluarga yang sama dengan bahasa Austronesia. Pencaharian mereka mayoritas bertani.

Suku Musi

Suku Musi juga dikenal sebagai Suku Sekayu yang berasal dari Sumatera Selatan, dekat Palembang.

Orang Musi awalnya hidup di sekitar pesisir sungai Musi, tetapi sekarang kita dapat menemukan mereka tersebar di seluruh Indonesia karena pekerjaan dan pendidikan.

Bahasa daerah mereka adalah dialek Musi, yang sebenarnya merupakan dialek Melayu tetapi mereka mengganti “a” di akhir kata dengan “e”. Mereka hidup dengan bertani, nelayan dan berdagang.

Suku Lampung

Suku Lampung adalah suku yang memiliki nama yang sama dengan tempat tinggalnya, Provinsi Lampung. Mereka dikenal memiliki budaya yang kaya, dan ramah.

Mereka berbaur dengan baik dengan transmigran Jawa. Mereka berbicara dialek Lampung, yang berakar dari bahasa Melayu. Budaya paling terkenal dari Suku Lampung adalah tradisi makan bersama yang disebut Seruit.

Tradisi ini biasanya dilakukan dalam perayaan besar, seperti Idul Fitri, Pernikahan, dan upacara tradisional lainnya.

Kemudian, Seruit dilakukan dengan duduk bersama di atas karpet tatap muka, dengan makanan di tengah.

Menunya beragam, mulai dari ikan bakar, sayuran mentah dan dimasak, dan sambal (sambal Indonesia dan Melayu).

Makanan diletakkan di atas lapisan daun pisang dan dimakan langsung oleh tangan. Ini melambangkan kerukunan dan kekeluargaan masyarakat Lampung.

Suku Serawai

Suku Serawai adalah suku yang tinggal di Provinsi Bengkulu. Penamaan Serawai berasal dari kata Satu Rawai yang artinya sekeluarga.

Orang Serawai dikenal karena mobilitas tinggi dan pekerja keras.

Mereka sering meninggalkan kampung halaman untuk mencari kehidupan baru dan lebih baik. Mereka berbicara bahasa Melayu.

Di Bengkulu, orang Serawai hidup dengan bertani dan bercocok tanam. Mereka menanam berbagai tanaman pertanian, seperti kopi, cengkeh, pohon karet, tanaman, dan hortikultura.

Suku Samin

Suku Samin tinggal di Provinsi Jawa Tengah. Mereka masih memeluk kultus leluhur mereka, Samin Surosentiko. Sekte ini mengajarkan “sedulur sikep”, berjuang tanpa kekerasan ketika mereka diminta membayar pajak oleh Belanda.

Pada masa kolonial, Suku Samin benar-benar membenci Belanda karena Belanda meminta mereka membayar pajak atau sewa tanah.

Mereka berpikir bahwa tanah adalah milik umum, jadi mereka tidak perlu membayar pajak.

Orang Samin tersebar di seluruh Jawa Tengah, tetapi kebanyakan dari mereka tinggal di Blora, 127 km di sisi timur Semarang.

Suku Jawa

Suku ini awalnya berasal dari Jawa Tengah, tetapi sekarang tersebar ke Jawa Timur, Yogyakarta, dan juga di seluruh Indonesia melalui program transmigrasi.

Kita juga dapat menemukan Suku Jawa di Suriname, Amerika Selatan, sebagai hasil dari program transmigrasi dan pertanian oleh Belanda.

Mereka dapat berbicara bahasa Jawa.

Suku Jawa dikenal karena sopan santunnya yang lembut (unggah-ungguh), yang dapat kita saksikan dalam banyak pertunjukan seni mereka.

Suku Bali

Sama seperti namanya, suku ini berasal dari Pulau Bali. Mayoritas orang Bali masih menghormati ajaran nenek moyang mereka, seperti menggunakan bahasa Bali, budaya Bali, dan Hindu.

Mayoritas suku bali beragama Hindu karena masih banyak ditemukan Pura sebagai tempat beribadah.

Budaya Bali tidak pernah jauh dari seni pertunjukan dan patung

Orang Bali disebut seniman, karena mereka melakukan berbagai jenis kegiatan seni (seperti penari tradisional dan pematung) di waktu luang mereka, terlepas dari pekerjaan sehari-hari mereka, seperti pedagang, guru, petani, pengemudi, dll.

Suku Sasak

Suku Sasak berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tradisi mereka yang paling unik adalah “Kawin Culik”, yang merupakan ritual pernikahan di mana pengantin pria akan menculik pengantin wanita.

Tetapi tradisi ini dilakukan dengan kesepakatan bersama melalui institusi tradisional, tidak hanya menculik gadis manapun.

Mereka juga melakukan Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat. Tradisi ini dilakukan dengan melakukan piknik ke tempat-tempat wisata atau makam para imam secara bersamaan.

Kemudian mereka duduk bersama di atas karpet atau selimut, dan makan ketupat (kue beras yang dibungkus daun kelapa yang ditenun) yang dibawa dari masing-masing rumah.

Tradisi ini menunjukkan keharmonisan dan kekerabatan orang sasak.

Suku Bima

Suku Bima berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka masih mempertahankan gaya hidup leluhur mereka, dengan melakukan pertanian nomaden.

Mereka mengolah ladang kering dari satu gunung ke gunung lainnya. Mereka juga melakukan kehidupan nomaden (berpindah-pindah), mengikuti setiap bidang yang mereka tangani.

Suku Banjar

Suku Banjar berasal dari Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

Secara tradisional, orang Banjar memiliki pandangan hidup berdasarkan kepercayaan pepatah dan simbol, tetapi sekarang kebanyakan dari mereka memeluk agama Islam. Mereka berbicara bahasa Banjar, yang berakar dari bahasa Melayu.

Suku Kutai

Suku Kutai atau orang Kutai berasal dari Provinsi Kalimantan Timur.

Meskipun Kutai merupakan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia, sekarang kebanyakan orang Kutai memeluk agama Islam dan hidup di sisi tepi sungai.

Suku Kutai memiliki pesta budaya tertua di Indonesia, Festival Budaya Erau Kutai Kertanegara yang telah diselenggarakan sejak abad ke-13 M hingga sekarang.

Mereka selalu berusaha melestarikan nilai dan budaya leluhur mereka.

Suku Minahasa

Suku Minahasa berasal dari Provinsi Sulawesi Utara. Diyakini bahwa Suku Minahasa berasal dari batu besar yang sekarang menjadi situs budaya. Batu itu disebut Watu Pinawetengan.

Watu berarti Batu, dan Pinawetengan berarti Tempat Distribusi. Menurut orang-orang tua Minahasa, Watu Pinawetengan juga berarti janji leluhur suku tersebut.

Orang Minahasa berbicara bahasa Minahasa. Tradisi Suku Minahasa yang masih dipegang sampai sekarang adalah Tari Maengket dan Tari Kasabaran.

Suku Toraja

Suku Toraja berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Suku ini dikenal memiliki banyak budaya yang dianggap unik dan menyeramkan.

Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah ritual pemakaman yang sangat mahal.

Semakin kaya keluarga, semakin besar upacara pemakamannya. Upacara ini menghabiskan banyak uang karena akan ada ritual menyembelih kerbau dan babi; sedangkan kerbau termahal di dunia berasal dari Toraja.

Tradisi lainnya adalah Ma’nene, yang merupakan tradisi tahunan mengganti pakaian mayat leluhur mereka.

Setiap tahun, keluarga akan berganti pakaian mayat leluhur mereka dengan pakaian baru. Ini dianggap menyeramkan oleh sebagian orang karena sebagian besar mayat-mayat tersebut telah membusuk.

Selain Suku Toraja, Sulawesi Selatan juga merupakan rumah bagi suku-suku lain, seperti Suku Mandar, Suku Sa’dan, Suku Makassar, dan Suku Bugis.

Suku Mori

Suku Mori berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah, di wilayah Morowali. Suku Mori tersebar ke kota dan daerah lain di Sulawesi Tengah.

Sebagian besar orang Mori memeluk Protestanisme. Mereka menganggap Protestanisme sebagai agama rakyat mereka, dan bahkan mendasarkan kehidupan sehari-hari mereka menurut Protestanisme.

Suku Buton

Suku Buton tinggal di Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka memiliki tradisi unik yang menarik wisatawan domestik dan asing, tradisi Pekande-kandea. Pekande-kandea berarti makan di luar dalam bahasa Buton.

Tradisi ini dilakukan dengan memberi makan pemerintah atau tamu oleh gadis-gadis Buton.

Kita dapat mengatakan bahwa tradisi ini adalah cara untuk menyambut tamu. Pada zaman kuno, Pekande-kandea adalah tradisi untuk menyambut pasukan militer Kesultanan Buton dari perang.

Suku Gorontalo

Suku Gorontalo berasal dari Provinsi Gorontalo, yang merupakan tetangga Provinsi Sulawesi Utara.

Orang Gorontalo percaya bahwa Gorontalo berasal dari kata “Hul Gorontalo”, yang berarti pengembara yang datang dari langit.

Sebelum menetap di provinsi Gorontalo, leluhur mereka dikenal sebagai perantau yang pindah dari satu daerah ke daerah lain untuk menemukan tanah subur.

Suku Buru

Suku Buru berasal dari Maluku. Mereka sebenarnya adalah komunitas yang tinggal di Pulau Buru, salah satu pulau besar di Kepulauan Maluku.

Orang Buru menyebut diri mereka “gebfuka”, yang berarti “orang darat / bumi”, dan mereka berbicara bahasa Buru. Sekarang orang Buru sudah tersebar di seluruh kepulauan Maluku.

Suku Togutil

Suku Togutil berasal dari Provinsi Maluku Utara. Mereka juga dikenal sebagai Suku Tobelo Dalam (Tobelo Dalam).

Mereka hidup berkelompok dan masih bergantung pada hutan, melakukan pengumpulan makanan dan berburu.

Mereka memiliki gaya hidup nomaden, dan kita bisa melihatnya dari rumah tradisional mereka yang dibangun dari kayu dan bambu, dengan atap yang terbuat dari daun kelapa. Mereka berbicara bahasa Tobelo.

Namun, orang-orang ini tidak suka disebut Togutil, karena Togutil dalam bahasa Tobelo memiliki arti konotatif “terbelakang”.

Suku Dani

Suku Dani tinggal di Provinsi Papua Barat. Baik wisatawan domestik maupun asing sudah tahu bahwa Suku Dani memiliki budaya dan tradisi yang kaya.

Misalnya, rumah Honai yang unik, Tari Perang yang dilakukan untuk menghormati leluhur mereka, dan upacara pembakaran batu suci untuk menyambut para tamu.

Orang-orang Dani juga bersedia memotong jari-jari mereka sebagai bentuk cinta yang mendalam kepada pasangan atau keluarga mereka yang sudah meninggal.

Suku Asmat

Suku Asmat tinggal di Pulau Papua. Mereka diyakini sebagai inkarnasi Dewa di tanah Papua. Mereka mengkhususkan diri dalam ukiran kayu, dan mereka memiliki karakter unik dalam ukiran mereka.

Banyak peneliti dari Indonesia dan negara lain datang untuk mempelajari kehidupan orang Asmat.

Para peneliti itu membuktikan bahwa sampai sekarang, Suku Asmat masih melestarikan budaya dan pemujaan mereka.

Baik orang Asmat maupun orang Dani memeluk agama Kristen, tetapi orang yang tinggal di pedalaman masih mempraktikkan animisme.

Indonesia memiliki keanekaragaman suku bangsa, maka bahasa setiap daerahnya pun beragam. Hal ini menunjukkan bahwa keanekaragaman ini menjadi ciri khas budaya indonesia di mata dunia.

Demikian mengenai daftar macam-macam suku bangsa (etnis) di Indonesia semoga dari blog ini menambah wawasan kamu.